cOPAS info berita,software dan bisnis internet

Second Menu

Minggu, 31 Juli 2011

Hemat Listrik Lewat Smart Meter

Posted by wayan.meidawati on Fri, 07/29/2011 - 14:40.

Semenjak isu perubahan iklim menjadi agenda penting para elit politik, pemerintah Eropa berambisi mengurangi emisi karbon sesuai target dengan cara apapun. Di Inggris Raya misalnya, dengan patokan jumlah emisi karbon dari 1990, mereka harus menurunkan 34 persen emisi pada 2020 dan 80 persen pada 2050. Ini merupakan target ambisius.

Penelitian terbaru dari regulator listrik Inggris bernama Ofgem menunjukkan bahwa pemerintah Inggris harus mengeluarkan dana investasi lebih dari £200 miliar atau setara dengan US$321,68 miliar untuk meraih target tersebut sekaligus mengamankan ketersediaan pasokan energi.


Namun hambatan industri energi seperti kenaikan harga, kekurangan sumber daya alam untuk energi, berkurangnya pasar gas dunia dan pembangkit tenaga listrik nasional yang sudah menua dan perlu diganti. Tidak hanya pemerintah Inggris, pemerintah lain di seluruh dunia mengalami hal yang sama, bahwa mereka semua di bawah tekanan yang lebih kuat untuk mengembangkan teknologi bersih, meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi konsumsi energi.

Yang perlu diupayakan pemerintah sekarang adalah berupaya menggunakan model smart grid untuk pasar energi. Smart grid merupakan ide yang sederhana, yaitu pembangkit listrik dan sistem distribusi yang secara otomatis menyeimbangkan dan mengendalikan suplai dan kebutuhan energi untuk memaksimalkan penggunaan energi dengan biaya seminim mungkin.

Tetapi tentu ada beberapa hambatan dalam melaksanakan model tersebut, dan diantaranya akan memerlukan perubahan besar dalam cara mengkonsumsi energi. Salah satunya dengan menggunakan smart meter, alat ini mentransmisikan dan menerima data detail tentang penggunaan energi dan bisa menjadi sarana komunikasi bagi supplier dan konsumen. Komunikasi dua arah ini menuntut konsumen untuk mengontrol konsumsi energinya.

Memang benar belum ada model final untuk smart meter, namun yang paling baik adalah ketika smart meter dilengkapi dengan struktur komunikasi tanpa hambatan yang dapat menyediakan transmisi dua arah mengenai data konsumsi dan data kontrol real time. Teknologi ini disebut Broadband Powerline(BPL).

BPL sendiri sudah diterapkan di Jerman. BPL dapat mengubaj grid listrik ke platform komunikasi berbasis internet protokol. Bahkan saluran listriknya menjadi interface data braodband dan kemudian jaringan listrik berubah menjadi sistem yang bisa menghubungkan meter yang ada di rumah dan tempat bisnis.

Teknologi ini sebenarnya relatif murah untuk digunakan dan pengguna dapat mengontrol penggunaan energi mereka. Di negara-negara Eropa seperti Inggris dan Jerman, penggunaan BPL dapat menunjang pasar energi mereka karena teknologi ini bukan hanya menyediakan komunikasi untuk memproduksi, membeli dan mengkonsumsi listrik saja tapi juga untuk menjualnya.

Jadi BPL tidak hanya berguna bagi penggunanya untuk mengontrol pemakaian listrik, tetapi juga bisa menghemat konsumsi energi massal begitu diterapkan merata di semua tempat.

0 komentar:

Posting Komentar